ihei

Bergabunglah dengan 111 pengikut lainnya

Mau Boneka Kreatif

Rekan Kami

Kalender

November 2018
S S R K J S M
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Kategori

Iklan

JAUHKAN ANAKMU DARI KEMUDAHAN

Image result for rhenald kasali

(Rhenald Khasali)

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.

Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu “ada main” dengan dosen-dosennya. “Karena mereka tak sepintar aku,” ujarnya.

Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit.

Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan.

Hadiah orangtua
Psikolog Stanford University, Carol Dweck, yang menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, menulis, “Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan”.

Ya, tantangan. Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan “membuka pintu”, jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orangtua yang cepat-cepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya.

Kesulitan belajar mereka biasanya kita atasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hukum karena kelalaian mereka di jalan raya.
Kesalahan mereka membuat kita resah. Masalah mereka adalah masalah kita, bukan milik mereka.

Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orangtua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah.

Berkebalikan dengan pujian yang dibangga-banggakan, Dweck malah menganjurkan orangtua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: “Maafkan Ibu telah membuat segala sesuatu terlalu gampang untukmu, Nak. Soal ini kurang menarik. Bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?”

Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan. Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah.

Saya teringat masa-masa muda dan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata reporter sebuah majalah, saya ini termasuk “bengal”. Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak-kakak saya bilang saya bandel. Namun, otak saya bilang “selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan”.

Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya, tipu-tipunya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya.

Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar.
Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian pula kalau orang sudah senang, apa pun yang kita inginkan selalu bisa diberikan.

Panggung Orang Dewasa

Dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar dengan unfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif.

Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMU.
Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui.

Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu: hidup seperti ini sungguh menantang.
Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu “bodoh”, tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya.

Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanya akan menunjukkan ketidakberdayaan belaka. Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit atau ngoceh-ngoceh di belakang panggung, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi.

Di Universitas Indonesia, saya membentuk mahasiswa-mahasiswa saya agar berani menghadapi tantangan dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang.

Namun lagi-lagi orangtua sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tur, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya. Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan: bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri.

Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan.

Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21 :

bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas. Namun dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir, tampaklah pintu-pintu baru terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tertutup.

Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi kesulitan.

Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja:

Orangtua, jangan cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu.

Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan.

Semoga manfaat

Iklan

Orang Tua Zaman Old, Mendidik Anak Zaman Now

Image result for bendri jaisyurrahman

Oleh : Ust. Bendri

Masalah utama pengasuhan di generasi saat ini adalah tidak adanya Ikatan hati (emotional bonding).
Ada hadist : Ikat hati anak sebelum dikasih tau. Kasih tau sebelum kasih tugas.

Problem kidz zaman now :
– kecanduan gadjet
– ‎narkotika
– ‎pergaulan bebas
– ‎predator anak
– ‎dsb

Kadang kita merasa sudah menjadi ortu jika sudah memberi nasehat
Padahal pengasuhan tdk sekedar memberi nasehat.

Dalam Surat An nahl 78
Mengenai konsep pengasuhan (proses belajar manusia) :dimulai dari mendengar – melihat – hati nurani
Allah SWT berfirman:

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصٰرَ وَالْاَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 78)

Setiap.anak yg waktu kecil jarang mendengar suara orang tuanya, jarang melihat wajah orang tuanya, tidak akan dapat mengikat hati anaknya kelak.

Zaman dulu, tidak ada ilmu parenting, tp banyak yang berhasil mengikat hati anaknya. Kenapa?

Karena dulu, kalo anak menangis, ortu nyanyi, menghibur, memeluk, bawa jalan. Karakter yg terbangun : setiap aku sedih, ada ayah dan bunda yg akan menenangkan. Klo sekarang, anak menangis, dihibur dg upin ipin, baby shark dududu. Karakter yang dibangun, klo anak sedih, dia akan cari gadget utk mengusir kesedihan.
Simpul2 ikatan hati beralih, sehingga anak2 lebih mendengar orang lain atau gadget di bandingkan kedua orangtuanya.

Cara mudah membuat anak mau mendengarkan kita adalah, buat dia jatuh cinta ke kita terlebih dahulu.

Tantangan pengasuhan kidz zaman now, membangun kembali ikatan bathin dengan orang tua!
Sehingga mereka akan merasakan nikmatnya ngobrol dg ortu lebih nikmat dr update status di fb, asyiknya bermain dengan ortu lebih asyik drpd main di hp.

Beberapa efek negatif dr paparan gadget:
– anak2 tidak sabaran, maunya serba instant. Laper tinggal go food, beli tiket ga perlu antri tinggal go tix. Boleh kita menggunakan fitur tsb ketika benar2 tdk ada waktu atau kepepet. Sehingga anak2 bisa belajar, utk mendapatkan sesuatu perlu usaha.
– ‎anak2 gampang menyerah, tidak tangguh. Tidak suka dg seseorang langsung block nomernya, tidak sependapat langsung unfollow fbnya, masuk sekolah, baru sebulan minta pindah krn hal sepele. Akibatnya karakter yg terbangun : Kalo ada masalah kabur aja.
Dampaknya nanti akan berpengaruh ke pekerjaan hingga pernikahan.
PT freeport membuka 3000 lap pekerjaan baru dengan menurunkan perayaratan, kalo dulu nyari karyawan yg mau kerja 6bl gampang, sekarang susah.
Dalam hal pernikahan. Gampang jatuh cinta, tp tdk bisa membangun cinta. Data statistik di Indonesia tiap 1 jam ada 40 pasangan bercerai. Nikah itu bukan urusan cinta, tp urusan komitmen.

Ilmu parenting bg ibu :
1. Masak di rumah. Masaklah, masakan itu memberi pelajaran menghargai proses dan masak menjadikan ibu sosok yg dirindukan. Boleh. Beli di luar atau pesen gofood sesekali aja.
2. Mijit. Pijitan itu memberikan efek rileka dan membuat anak intim sama kita, sehingga bisa terbuka dalam segala hal. Anak2 zaman now : “mama kepo bg sih”, menutamakan privacy. Padahal salah satu tanda keberhasilan pengasuhan adalah anak mau bercerita ttg apa saja dg kita. Kita tdk bisa mensterilkan anak, tp melalui curhatan anak, kita bisa mencegah terjadinya hal2 buruk thdp anak.
3. Good listener. Jdlah pendengar yg baik. Tanya apakah penilaian anak thp kita. “mama bawel, papa sibuk” jangan langsung dibantah “mama bawel kan buat kamu, pap sibuk kan buat nyari duit”… Dengarkan karena itu artinya anak merasa kurang dipeluk jiwanya.

Cara mengatur gadget pada anak terutama ABG:
1. ‎Atur lokasi
– Tidak ada gadget di kamar tidur. Karena akan mengganggu jam tidur anak ketika bunyi wa masuk, notif fb masuk, dll.
– Kamar mandi terlarang utk gadget. Krn toilet adalah tempat yg paling disukai jin dan syetan.
2. ‎Durasi, maksimal 3 jam (tv dan gadget)
3. ‎Tentukan aplikasi apa saja yg boleh diinstal, sepakati dengan anak. Jelaskan baik buruknya.
4. ‎Situasi

Beberapa waktu dilarang ada hp :
– Waktu makan bersama
– ‎Waktu melayani tamu
– ‎Waktu beribadah, sholat ke mesjid dan mushala jgn bawa hp. Baca quran boleh pake hp, tp di flight mode, diutamakan menggunakan mushaf
– ‎Waktu Liburan. Usahakan bermain yg melibatkan aktivitas fisik.

3 waktu yg dijaga agar kita bisa mengikat hati anak :
1. Hadirlah saat anak sedang sedih. Siapa yg bisa hadir saat anak sedih, dia bs merebut jiwanya.
2. ‎Hadirlah saat anak sakit. Jangan cuek anak sakit.
3. ‎hadirlah saat anak unjuk prestasi. Ketika diliat ortu, naiklah harga dirinya.

Mengasuh anak ibarat main layang2. Kita lepaskan dia setinggi2nya, namun ttp kita jaga dengan uluran dan tarikan agar ttp tinggi di langit melawan angin.

BEKAL UTAMA ANAK KITA

Image result for cahyo prianto
Sumber : @dedengjuheri
.

“Ya Allah, limpahkanlah harta dan anak padanya, dan keberkahan untuknya.”

Di antara doa Rasulullah Saw untuk Anas bin Malik, seorang anak kecil yang diserahkan ibunya, Al-Ghumaisha, kepada baginda nabi.

Beliau Saw amat mencintainya, memandangnya dengan wajah berseri, merengkuhnya, mengusap kepalanya, menyentuh ujung rambutnya, dan menganggapnya sebagai keluarga. Unais adalah panggilan kesayangannya.

Doa Rasulullah Saw ini mewujud dalam hidup Anas, berkah hidupnya, melimpah hartanya, dan banyak anaknya.

Anas menjadi sahabat utama yang paling banyak meriwayatkan hadits setelah Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Menjadi tokoh masyarakat rujukan umat sepeninggal Rasulullah Saw. mengajar dan mengamalkan ilmu untuk kebaikan umat.

Anas dilimpahi harta yang amat banyak, melimpah, dan kaya raya. Beliau hidup dalam kecukupan dengan perniagaan yang baik, halal, dan berkah.

Allah Swt memanjangkan umurnya, hingga Anas berusia 103 tahun. Allah pun menganugerahi keturunan yang amat banyak, 120 anak. Dan dari 120 anak ini, 90 orang di antaranya hafidz Quran.

Masyaallah, teramat berkah hidupnya..

Tiada pahala yang bisa kita petik setelah meninggal dunia, kecuali tiga perkara sebagaimana sabda baginda nabi Saw yang mulia; ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan anak shalih yang mendoakan. Anas mendapatkan ketiganya.

Sang ibu, Al-Ghumaisha, insyaallah memperoleh pahala kebaikannya..

*
Pelajaran apa yang bisa kita petik dari sepenggal kisah di atas? Yang pertama kali ditanamkan oleh ibunda Anas, Al-Ghumaisha, adalah Tauhid, keimanan dalam hati sang putra.

Sang ibu memupuk iman dalam hati Anas, merawat dengan baik, dan menyiram penuh ketulusan. Keimanan itu tumbuh subur, berakar kokoh, berbatang kuat, berdaun lebat, dan memekarkan bunga mewangi surga.

Ini pula yang harus jadi pondasi utama anak kita; Iman. Keimanan anak merupakan sumber kesuksesan, kebaikan, dan kebahagiaan dunia akhirat.

Sebagian orangtua, ada yang lebih sering mengutamakan pengetahuan, kecerdasan, dan menggali bakat anak sedemikian rupa. Anak dituntut pandai bergaul, baca tulis, prestasi baik, dan memenangkan berbagai perlombaan. Padadahal banyaknya ilmu, cerdasanya otak, dan ketemunya bakat, tak bakal membawa banyak kebaikan bila tak disertai iman dalam hatinya.

Anak tahu ilmu agama, tahu tatacara shalat, cerdas mengafal doa-doa, menghafal ayat-ayat al-Quran dan hadis, tapi mereka tidak paham, tidak menerima dengan keimanan, hanya akan menjadi penegtahuan yang sedikit sekali membawa kebaikan.

Di sinilah kita menginsapi diri, bahwa keimanan adalah yang utama. Pengetahuan dan kecerdasan, insyaallah menjadi kebaikan berlipat ganda dengan iman pondasinya.

Sehingga..
Mari bersamai anak-anak kita untuk mengenal, mengagungkan, dan menghamba hanya pada Allah Swt. Juga menjadikan Rasullah sebagai teladan utama dalam hidupnya. Wallahu’alam..

Kisah Anak dan Ayahnya.

Image result for ayah

Postingan ini adalah tentang apa yang terjadi di rumah tangga..

Putranya tidak suka tinggal di rumah, karena ayahnya selalu ‘ngomel’;
“Nak, kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan kipas angin.

“Matikan TV. Jangan biarkan menyala di ruangan di mana tidak ada siapa-siapa menontonnya..

“Simpan pena di tempatnya, itu jatuh ke bawah meja ”

Putranya tidak suka ayahnya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini..

Tapi dia harus mentoleransi hal-hal ini sejak kecil, ketika dia bersama keluarganya di rumah yang sama.

Datanglah hari ini, dimana dia mendapat undangan untuk wawancara kerja…

“Dia membatin dalam hatinya, Begitu saya mendapatkan pekerjaan itu, saya akan meninggalkan kota ini. Tidak akan ada lagi omelan dari ayah saya..

“Begitulah pikirannya.

Ketika dia hendak pergi untuk wawancara, sang ayah menyarankan:
“Nak, jawablah pertanyaan yang diajukan kepadamu tanpa ragu-ragu.
Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, sebutkan itu dengan percaya diri.. ” Ayahnya memberi uang yg lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan untuk menghadiri wawancara..

Putranya tiba di pusat wawancara..

Dia memperhatikan bahwa tidak ada penjaga keamanan di gerbang. Meskipun pintunya terbuka, gerendelnya menonjol keluar, hal itu bisa membuat orang masuk melalui pintu menjadi tertabrak.
Dia meletakkan gerendel kembali dengan benar, menutup pintu dan memasuki kantor.

Di kedua sisi jalan dia bisa melihat tanaman bunga yang indah. Air mengalir di pipa selang dan tidak terlihat seseorang di mana pun. Airnya meluap di jalan setapak.
Dia mengangkat selang dan meletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melangkah lebih jauh.

Tidak ada seorang pun di area resepsionis. Namun, ada pemberitahuan yang mengatakan bahwa wawancara berada di lantai pertama. Dia perlahan menaiki tangga.

Cahaya yang dinyalakan tadi malam masih menyala pukul 10 pagi. Dia ingat peringatan ayahnya “Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu” Dan dia masih bisa mendengarnya sekarang. Dia merasa sedikit jengkel oleh pikiran itu, namun dia mencari saklar dan mematikan lampu.

Di lantai atas di aula besar dia bisa melihat banyak calon duduk menunggu giliran.
Dia melihat banyaknya pelamar, hatinya bertanya-tanya apakah dia punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan itu.

Dia pun memasuki aula dengan sedikit gentar dan menginjak tikar yg bertuliskan *Selamat Datang” yang ditempatkan di dekat pintu.
Diperhatikannya bahwa tikar itu terbalik.. spontan saja dia meluruskan matras, walaupun dengan sedikit kesal.

Dia melihat bahwa dalam beberapa baris di depan ada banyak orang yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong, tetapi sejumlah penggemar berlari di atas deretan kursi itu.
Dia mendengar kipas angin, Dia mematikan kipas yang tidak diperlukan dan duduk di salah satu kursi yang kosong..

Dia melihat banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain. Jadi tidak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.

Ketika tiba gilirannya, Dia pergi dan berdiri di hadapan pewawancara dengan sedikit gemetar dan pesimis..

Sesampainya didepan meja, pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya, mereka langsung berkata “Kapan Anda bisa mulai bekerja?”

Dia terkejut dan berpikir, “apakah ini pertanyaan jebakan, atau sebuah sinyal bahwa saya telah diterima untuk pekerjaan itu?”
Dia bingung.

Apa yang kamu pikirkan?” Tanya sang bos.
“Kemudian melanjutkan kata2nya..Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini.
Karena dengan mengajukan hanya beberapa pertanyaan, kami tidak akan dapat menilai siapa pun.
Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut..
Kami melakukan tes tertentu berdasarkan attitude para kandidat..

Kami mengamati setiap orang melalui CCTV.
Untuk mengamati apa saja yg dilakukannya, ketika melihat gerendel di pintu, pipa selang yg mengalir air, keset selamat datang, kipas atau lampu yang tidak berguna..

Anda adalah satu-satunya yang melakukan itu.
Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda ”

Hatinya terharu, dia ingat ayahnya..
Dia yg selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan ayahnya ayahnya. Sekarang menyadari bahwa omelan dan disiplin yg ditanamkan ayahnya yang telah membuat dia diterima pada pekerjaan yg diinginkannya..
Kekesalan dan kemarahannya pada ayahnya seketika sirna..

Ayah, ma’afkan anakmu, demikian bisiknya..😥

Dia memutuskan akan meminta maaf kpd ayahnya, dia akan membawa ayahnya melihat tempat kerjanya..
Dia pulang ke rumah dengan bahagia..

Apapun yang ayah katakan kpd kita, hanyalah untuk kebaikan kita..
Semua bertujuan untuk memberi kita masa depan yang cerah!

Batu karang tidak akan menjadi patung yang indah dan berharga, jika itu menahan rasa sakit dari pahat yang memotongnya.

Agar kita menjadi pribadi yang indah, maka kita perlu menerima dan mematuhi peringatan..
Memahat kebiasaan baik dari perilaku buruk yg muncul dari diri kita sendiri…

Ibu mengangkat anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan dan untuk membuatnya tidur..

Tetapi ayah mengangkat anak itu ke pundaknya untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa diihatn anaknya..

Ayah dan ibu adalah pahlawan dan guru kehidupan..
Petunjuk dan kasih sayangnya mendampingi kita sepanjang kehidupan..

Perlakukanlah mereka dengan baik..
Hal ini akan menjadi contoh dan bimbingan dari generasi ke generasi berikutnya, sebagai estafet kehidupan..

INILAH AKIBAT SHALAT DHUHA

Image result for shalat

Banyak Orang Yang belum tahu apa akibat yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha.

Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.

Seperti diungkap oleh Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki dalam bukunya Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah tentang keutamaannya, penulis membeberkan keutamaan-keutamaan yang disediakan oleh Allah bagi hamba yang menunaikannya lengkap dengan sumber haditsnya.

Pertama
orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

Kedua
Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

Ketiga
Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

Keempat
Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

Kelima
Allah menyukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).

Keenam
Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

Setelah Baca Tulisan Diatas Masih Punya Alasan Untuk Meninggalkan Shalat Dhuha ?

Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur.
Syukron …siapapun yg menulis Pertama tulisan ini semoga kita bisa mengambil pelajaran dan kita amalkan dikeseharian kita.
SEMANGAT SHALAT DUHA

DOA ORANG TUA SEBAGAI PERISAI BAGI ANAKNYA

Image result for adi hidayat

Tusiyah Ustadz Adi Hidayat, LC

Penggalan Kisah Nabi Yusuf.

Sepuluh saudara Yusuf dibakar rasa iri. Mereka berkumpul, bersekongkol untuk mencelakakan Yusuf.
Dari 10 anak, 9 di antaranya setuju membunuh Yusuf. Hanya ada 1 anak yang tidak setuju. Ia mengajukan usul. Yusuf tak perlu dibunuh, tapi cukup dibuang ke dalam sumur, biar ditemukan musafir.

Secara logika umum, jika terjadi musyawarah, suara terbanyak yang dipakai, apalagi musyawarah untuk keburukan, maka lebih mudah setan menggoda.
Tapi yang terjadi sebaliknya. Yang 9 suara kalah dengan 1 suara. Padahal yang 9 suara itu diperkuat oleh setan.

Hal itu terjadi berkat doa Nabi Yakub kepada anak-anaknya.
Doa orang tua terhadap anaknya akan menjadi benteng perlindungan yang akan menyelamatkan anaknya.
==============================

💟TERUS DOAKAN ANAK ANDA

Mungkin selama ini kita sudah merasa mendidik anak namun ternyata tidak sesuai keinginan, jangankan menjalankan banyak kebaikan, sholat saja mereka berat bahkan sering ditinggalkan.

TERAPI DO’A
➖➖➖➖➖
Doa adalah perubah Taqdir

Mungkin ini, yang sering kita lupakan. Doa mohon kepada Allah yang Maha Kuasa. Hati dan pikiran anak, Allah yang Kuasai. Semoga anak dan keturunan kita menjadi Ahli sholat, Aamiin.

Doa Agar Anak Rajin Sholat

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Artinya : Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

(QS Ibrahim Ayat 40)

MISTERI DIBALIK USIA 40 TAHUN

Image result for 40 tahun

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini. Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)

Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih. Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmonis, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.

Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman: “Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir : 37)
Para ulama salaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut adalah ketika berusia 40 tahun.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila hal itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janji-Nya dalam ayat setelahnya, yaitu kematangan. Usia 40 tahun adalah usia matang bagi kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW pun demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yaitu) pada usia 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari).

Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan bagi calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat pun mengakui bahwa matangnya prestasi seseorang tatkala orang tersebut telah berusia 40 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting?
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu:
(1) Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh,
(2) Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun,
(3) Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun,
(4) Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.

Usia 40 tahun adalah usia ketika
manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya. Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah dan tepat waktu, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan. Seolah-olah di usia ini merupakan momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Namun jika ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat terhadap agamanya, maka hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.Wal iyaadzu billaah.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)

Hadits ini menyebutkan bahwa usia 40 tahun merupakan titik awal seseorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten terhadap Islam, sehingga Allah Ta’ala pun akan meringankan hisabnya. Inilah keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun. Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan saat di mana orang harus berhati-hati juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk waktu senja.

Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak bertambah dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”

Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at lazim bagiku.”

Kematian Bisa Datang Kapan Saja

Satu perkara yang kita harus senantiasa kita sadari bahwa kematian bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika ternyata umur kita tidak panjang.

Maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.

Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini. Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat kelak. Janganlah menunggu hingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, karena mati boleh datang kapan saja.

Akhirnya, semoga kita bisa memaksimalkan sisa-sisa umur kita ini untuk memperbanyak amal shaleh.

DIBENTAK ANAK ITU LEBIH SAKIT DARI PADA SAAT MELAHIRKANNYA

Image result for ibu siluet
.
“IBU, masakin air..Bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta Ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang Ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.

Dengan suara lembut Ibunya menyahut,
“Iya, tunggu sebentar ya, sayang !”

“Jangan terlalu lama ya Bu ! Soalnya saya ada janji sama teman,” ujar sang anak.

Tidak lama kemudian sang Ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap,” Ibu itu memberi tahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada Ibunya,
.
“Bu, saya keluar dulu ya, mau jalan-jalan sama teman.”

“Mau kemana Nak ?” tanya sang Ibu.

“Kan sudah aku bilang, saya mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa kesal karena Ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangat lapar, di meja makan tidak ada makanan apa pun.

Beberapa saat kemudian, Ibunya datang sambil mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum… Nak, kamu sudah pulang ? Sudah dari tadi ?”

“Hah, Ibu dari mana saja. Saya ini lapar, mau makan tidak ada makanan di meja makan. Seharusnya kalau Ibu mau keluar itu masak dulu…” kata si anak membentak dengan suara sangat lantang.

Sang Ibu mencoba menjelaskan sambil memegang tangan anaknya,
“Begini sayang, kamu jangan marah dulu. Ibu tadi keluar bukan untuk urusan yang tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal ?”
.
“Meninggal ? Padahal tidak sakit apa- apa kan, Bu ?” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal saat melahirkan anaknya. Kamu juga harus tahu nak, seorang Ibu itu bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya,” Ibu memberikan penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia bertanya pada Ibunya,
“Itu artinya, Ibu saat melahirkanku juga begitu ? Ibu juga merasakan sakit yang luar biasa juga ?”

“Iya anakku. Saat itu Ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit daripada sekadar melahirkanmu, Nak.” sang Ibu menjawab.

“Apa itu, Bu ?” sang anak ingin mengerti apa yang melebihi rasa sakit Ibunya saat melahirkan dia.

Sang Ibu tak mampu menahan air mata yang mengalir dari setiap sudut matanya seraya berkata,
“Rasa sakit saat Ibu melahirkanmu itu tak seberapa, bila dibandingkan dengan rasa sakit yang Ibu rasakan saat dirimu membentak Ibu dengan suara lantang, saat itu kau menyakiti hati Ibu, Nak !”

Si anak langsung menangis dan memohon ampun atas apa yang telah diperbuat selama ini pada Ibunya.

Masih beranikah Kalian membentak Ibu kalian yang telah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan Kalian…???

8 PESAN UNTUK PARA SUAMI

Image result for suami siluet

1. Hargai isterimu sebagaimana engkau
menghargai ibumu, sebab isterimu juga
seorang ibu dari anak-anakmu.
2. Jika marah, boleh tidak berbicara
dengan isterimu, tapi jangan
bertengkar dengannya
(membentaknya, mengatainya,
memukulnya).
3. Kantung rumah adalah seorang
isteri, jika hati isterimu tidak bahagia,
maka seisi rumah akan tampak seperti
neraka (tidak ada canda tawa, manja,
perhatian),maka sayangi isterimu agar
dia bahagia dan kau akan merasa
seperti disurga.
4. Besar atau kecil gajimu, seorang
isteri tetap ingin diperhatikan. dengan
begitu, maka isterimu akan selalu
menyambutmu pulang dengan kasih
sayang.
5. 2 orang yang tinggal 1 atap
(menikah) tidak perlu gengsi,
bertingkah, siapa menang siapa kalah.
karena keduanya bukan untuk
bertanding melainkan teman hidup
selamanya.
6. Di luar banyak wanita idaman
melebihi isterimu, namun mereka
mencintaimu atas dasar apa yang kamu
punya sekarang, bukan apa adanya
dirimu, saat kamu menemukan masa
sulit, maka wanita tersebut akan
meninggalkanmu dan punya pria
idaman lain dibelakangmu.
7. Banyak isteri yang baik, tapi diluar
sana banyak pria yang ingin
mempunyai isteri yang baik dan mereka
tidak mendapatkannya. mereka akan
menawarkan perlindungan terhadap
isterimu,maka jangan biarkan isterimu
meninggalkan rumah karena
kesedihan, sebab ia akan sulit sekali
untuk kembali.
8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana
berlaku terhadap ibunya, sehingga
kelak mereka tahu bagaimana
memperlakukan isterinya.
Silahkan Klik SUKA & BAGIKAN jika
menurut anda bermanfaat..
Semoga yang mengucapkan amin mendapat jodoh yang di ridhai Allah SWT

WASPADALAH !!! TERBONSAINYA INSTING BELAJAR SEORANG ANAK

Image result for ayah edy

Suatu ketika ada orang tua bertanya pada saya, Ayah anak-anaknya di home schooling kok sepertinya lebih banyak bermain dari pada belajarnya.

Sebelum menjawab saya sempat berpikir, wah… rupanya ibu ini mendefinisikan belajar adalah dengan duduk di meja, menyendiri, serius, bersama buku, dan ballpoint dengan tulis menulis dan hitung menghitung sebagai kegiatan utamanya.

Padahal jika kita tahu biografi Einstein bersama anak-anaknya, Einstein sering mengajaknya belajar sambil bermain-main di mana saja, meluncur di anak tangga lalu dia bertanya mengapa telapak tangan kita terasa panas saat turun dan bergesekan dengan gagang tangga?, lalu suatu hari ia sedang belajar memasak tiba2 menjatuhkan telur ke lantai dan bertanya mengapa dia jatuh ke lantai dan tidak mengapung di udara, suatu ketika lagi di tepi danau Einstein bertanya mengapa saat kita naik perahu bertiga mendayung terasa jauh lebih berat dari pada jika kita naik sendiri, lalu ketika tiba-tiba bertiup angin ia bertanya lagi apa itu angin, terbuat dari apa dan mengapa ia bisa bertiup dan sebagainya.

Jika ingat bagaimana sang jenius dunia mengajari anaknya sy jadi tertawa sendiri dan merasa malu, karena jika anak-anak saya mengajak bermain semisal bermain layang-layang saya sering berkata ah kurang tertarik, lalu anak sy bertanya mengapa tidak tertarik, itukan asyik ! Lalu satu ketika anak sy mengajak lagi bermain balon dari sabun saya juga kurang antusias. Padahal Einstein jika sudah bermain sama anak-anaknya maka ia langsung berubah bak seorang anak yang sedang bermain dengan teman sebayanya.

Apakah ayah bunda juga pernah mengalaminya ? kita tidak lagi antusias seperti anak-anak dalam bermain dan sudah menjadi mahluk yang super serius dan tidak lagi punya “sense of fun” ?

Setelah saya merenung lama, baru saya ingat, rupanya kemampuan otak saya dan insting bermain sambil belajar saya sudah TERBONSAI HABIS dengan sistem sekolah kita yang mengharuskan kita belajar dengan cara “Duduk siap”, “Lipat tangan di atas meja”, “Keluarkan buku tulis”, “Kerjakan Tugas”, kemudian gurunya pergi entah kemana dan saat kembali bilang “Ya ! waktunya sudah habis dan selesai atau tidak selesai segera di kumpulkan”.

Dan itu tidak hanya terjadi sekali saja, tapi berkali-kali dan berulang-ulang di sepanjang SD hingga SMP, SMA dan bahkan terjadi juga saat saya kuliah.

Sambil merenung saya kembali teringat ajakan-ajakan anak saya, dan dalam batin berkata “Maafkan Ayah ya nak, ayahmu sudah kehilangan semua kemampuan alaminya untuk menjadikan permainan sebagai pembelajaran dan belajar sambil bermain.

Sahabatku, meskipun sudah sadar-sesadarnya tentang masa lalu saya dan berusaha untuk berubah untuk lebih antusias bermain bersama kedua putera kami, tapi masih saja sering kali anak saya berkata, kenapa sih ayah sama bunda gak suka bermain, kan asyik kalo kita bisa main sama-sama. Duh padahal saat ini saya harus menjadi guru bagi anak-anak, tapi sy janji dan terus berusaha agar ini tidak di alami lagi oleh generasi selanjutnya. Cukup sampai di saya saja.

Keluarga Indonesia padahal faktanya banyak sekali temuan besar dunia itu sering kali di lakukan bukan di meja penelitian melainkan di tempat-tempat yg tak terduga, sebagaimana seorang Benjamin Franklin menemukan penangkal listrik, saat ia bermain layang-layang dan tangannya merasakan aliran listrik yang bersumber dari kilatan-kilatan petir di udara rintik-rintik hujan saat ia bermain.

Begitupun dengan sang Sutradara besar film Jurassic Park, Transformer dll, yg ketika ditanya Wartawan,

“Tuan Steve, Pelajaran apa yang dulu anda sukai semasa sekolah, yang telah menjadikan anda sebagai seorang Sutradar Besar Dunia?”

Steven Spielberg pun menjawab,

“Saya tidak tahu ya pelajaran apa yg saya sukai saat dulu bersekolah, tapi seingat saya dulu saya paling suka jika Bell Istirahat sekolah sudah berbunyi, dan sy bisa segera lompat dari kursi dan lari keluar kelas untuk bermain-main di semak dan kebun sambil membuat film dari handy cam yg saya pinjam dari Ayah saya”.

** kisah ini di oleh dari berbagai sumber Biografi Einstein, Benjamin Franklin dan Steven Spielberg.

Ditulis oleh
Ayah Edy untuk para orang tua dan guru Indonesia

kontak admin

islamic.he.indonesia@gmail.com
atau
WA 081-561-828-93

Boneka Unik Dari Kertas

Rekan Kami

Promosikan Produk Anda !!!

Di Cari Distributor Seluruh Indonesia

Statistik Blog

  • 232.291 hits